Takbir di Negeri Syuhada

a5997ca6f7a84fa382306ac115cec078

Allahu Akbar… Takbiiir…
Pekikan itu teramat syahdu
Lagi dan lagi,

tiada henti
Menyalakan semangat jihad kaum Muslimin
Meneteskan air mata haru bahagia
Menggetarkan iman di dada akan kebenaran janji Nya
Bahwa Allah pasti menurunkan pertolonganNya,
kemenangan yang dekat,
dan kegembiraan bagi orang orang Mukmin
Bahwa dunia ini hanya sementara
Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik daripada permulaan
Dan bagi mereka,

Baca lebih lanjut

Iklan

Tentang Janjimu

Akan kusingkap gelap,
kuhempas pekat,
hingga semburat cahaya
datang berkilat kilat

Dalam mata yang kian berat,
telinga terkunci rapat,
dan hati yang hampir sekarat

________
Aku mulai bosan menunggu kabar itu.
Sayangnya titik jenuhku tak kunjung tiba.
Telah sekian asa mereka mengharap.
Ketika janji tinggal sebaris kata penuh tanya
Lihat di luar sana
Ada yang bertanya tanya
Tentang hutangmu padanya

Jadi Pembimbing Murid Untuk KSM Math Nasional

Dia seorang anak perempuan yang manis. Sebut saja namanya, Bunga. Dalam balutan jilbab syar’inya, dia datang kepadaku dengan diantar ibunya. Aku diminta membimbing Bunga untuk persiapan lomba Matematika Nasional di Palembang minggu depan.

Gaya bicaranya memang berbeda dari anak anak kebanyakan. Hampir mirip denganku. (Ah, itu cuma perasaanmu saja, xixi)

Katanya, dia ranking 3 di kelasnya. Lomba sains diwakili oleh temannya yang ranking 2, namun tidak berkesempatan maju ke provinsi.

Temannya yang ranking 1, sebut saja namanya Nina, memutuskan tidak ikut lomba ini berdasarkan hasil istikharahnya, cerita Bunga.

Lalu kata bu Guru, “Karena Nina tidak mau ikut lomba ini, terpaksa ibu memilih kamu Bunga…”

“Terpaksa bu… Terpaksa coba….”, protesnya kepadaku di sela sela waktu belajar kami. Dan aku setia mendengarkan.. ‪#‎senyum‬

Pasti ada hikmahnya. Jika Nina yang ikut lomba belum tentu dia bisa meraih kesempatan ke Nasional sebagaimana yang Bunga dapatkan. Nina memang ranking 1, namun dia lebih banyak fokus pada pelajarannya. Sedangkan Bunga senang pada pertanyaan yang menantang, tidak sebatas apa yang harus dipelajari di kelas.

Intinya, rezeki seseorang itu tidak pernah tertukar… Alhamdulillah..

Semoga sukses ya, Nak… Lakukan saja yng terbaik yang kamu bisa… Tidak perlu terlalu memikirkan menang atau kalah… Semoga Allah meridhoi ikhtiarmu…

Kangen Kamu, De

Foto(02)Malam minggu ini terasa lebih sunyi dari biasanya. Bukan karena ini di sebuah desa kecil di pinggiran sungai Barito. Melainkan aku kehilangan kawan kecilku, teman berebut remote TV, adik manja yang selalu menunggu wadai haji Enong ketika aku kembali dari tugas di kota Intan.

Jumat kemarin dia diantar ke pesantren tanpa sempat aku berpamitan dengannya. Hari pertama dia akan hidup berpisah dari keluarga. Mama ingin dia menimba ilmu agama disana. Tidak satupun dari keempat kakaknya yang pernah menjadi santri. Dia menjadi tumpuan harapan seorang mama yang selalu memohonkan doa kebaikan untuk anaknya.

Dia, anak bungsu yang menjadi yatim sejak kelas tiga Madrasah.
________

Sudah tiada, baru terasa… Kangen kamu, de.. Jumat depan baru aku bisa menjengukmu. Semoga betah disana.

Semoga menjadi anak sholeh ya, de..

Untukmu Muhammad Lukmanul Hakim, adikku tersayang^^

Nilailah Dia dengan Mata, Telinga, dan Hatinya

123

Diantara pelajaran berharga yang saya dapat darinya adalah tentang menilai seseorang. Sering kita berkomentar selayak menilai orang lain, seolah-olah komentar kita adalah yang paling benar, seakan-akan kita tidak punya cela. Seperti kita tidak punya coreng di muka. Padahal, bagaimana mungkin coreng di muka bisa dilihat sendiri, tanpa bercermin. Itupun dengan cermin yang bersih, cermin yang kotor seringkali mengaburkan noda di muka kita.

Manusia adalah makhluk paling sempurna. Dia menyatakan diri sanggup memikul tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi. Sebagai makhluk yang dikaruniakan akal, karunia yang hanya dimiliki oleh manusia. Akal untuk berpikir, pekerjaan tersulit di dunia. Betapa manusia yang mensyukuri akalnya akan benar-benar menggunakannya untuk berpikir.

Manusia telah diberi penglihatan, pendengaran, dan hati. Mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, dan hati untuk merasakan. Lalu akal untuk berpikir, memahami apa yang telah dilihatnya, apa yang didengarnya, dan apa yang dirasakannya.

Sayangnya, banyak yang dikaruniakan akal namun tak menggunakan akalnya untuk berpikir. Banyak yang memiliki mata namun tak menggunakan matanya untuk melihat kebenaran. Banyak yang memiliki telinga namun tak menggunakannya untuk mendengarkan kebenaran. Banyak yang memiliki hati namun tak menggunakannya untuk merasakan kebenaran. Siapa? Dia kah? Kamu kah? Atau aku sendiri? Mari introspeksi diri. Baca lebih lanjut

Tentang Pendidikan di Australia (2)

Jpeg

Di Negeri Kangguru ini, tidak ada pelajaran Pendidikan Agama. Pelajaran ini hanya akan didapat jika seorang anak bersekolah di sekolah yang berbasis agama, sejenis Islamic School, Katolik School, dan lainnya.

Di sisi lain, peraturan yang berlaku di Negara ini sangat ketat dan mengatur hampir seluruh aspek kehidupan di Australia. Di Melbourne, hampir setiap tempat memiliki CCTV yang dapat memonitor keadaan. Bahkan kita tidak bisa memandang orang lain terlalu lama, sebab jika orang tersebut merasa terganggu, dia bisa melaporkan kita, dan jika dia menang dalam kasus itu maka denda yang harus kita bayar bukan jumlah yang sedikit. Meskipun disini, banyak wanita yang berpakaian seksi, belum pernah sekalipun saya mendengar ada lelaki yang berani menggoda, bersiul, bahkan mencolek wanita tersebut tanpa seizinnya.

[Let we think…What’s wrong?]

Tentang Pendidikan di Australia (1)

Jpeg

Jpeg

Berbeda dengan Indonesia, sistem pendidikan di Australia tidak mengenal tidak naik kelas. Artinya semua siswa akan naik kelas. Idealnya seorang guru dapat memutuskan dimana letak kemampuan intelektual seorang siswa, apakah dia termasuk diatas rata-rata, rata-rata, atau dibawah rata-rata melalui proses pembelajaran yang telah dilalui. Jika ada seorang siswa yang diketahui memiliki kemampuan dibawah rata-rata dari siswa lainnya dalam mata pelajaran tertentu, maka guru dan sekolah akan mengusahakan agar siswa tersebut dapat belajar dan maju sebagaimana siswa yang lainnya. Diantaranya dengan memberikan perlakuan khusus berupa umpan balik yang positif, motivasi dan bimbingan serta pelajaran tambahan saat jam istirahat, sepulang sekolah ataupun waktu lain yang dapat diatur bersama. Mengulang setahun pelajaran adalah hal yang jelek bagi kehidupan seorang siswa dan akan menghambat kemajuan masa depannya. Disini peran guru sangat penting dalam memberikan umpan balik positif kepada siswa. Andaikata segala usaha telah dilakukan namun belum menghasilkan kemajuan yang sesuai harapan, maka siswa tersebut tetap dapat melanjutkan ke kelas yang lebih tinggi dengan nilai sesuai kemampuannya. Ujian diadakan untuk pemetaan pendidikan di Australia dan mengevaluasi sistem pendidikan. Disini pendidikan berbasis proses benar-benar dijalankan.

[Jika saya adalah seorang guru di Australia, sebagai wali kelas bisa jadi saya tidak akan merasa galau dan stress menjelang waktu pembagian rapor. Ingin sekali menaikkan semua siswa ke kelas yang lebih tinggi, apa daya rekan guru lain banyak memberi penilaian negatif dan membuat siswa tersebut sangat pantas untuk tidak naik kelas. Apalagi jika dikaitkan dengan sistem KKM yang masih berlaku di Indonesia.]